Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Saturday, 28 December 2019

Antara Nyinyir dan Kritis

Jumat, 3 Agustus 2018 — 6:44 WIB
nyapu

PERKEMBANGAN jagad maya yang demikian pesat, ditambah kran demokrasi yang terbuka lebar membuat orang bebas mengekspresikan apa yang ada di kepalanya. Tak bisa lagi membedakan antara kritis, nyinyir, sarkasme, dan lainnya.

Hidup di zaman now ini, sepertinya kita menganut free speech, apa saja dikomentari. Terlebih bila ada yang berseberangan pendapat. Komentar nyinyir pun berseliweran di dunia maya. Politisi, pejabat publik, selebritas dan orang-orang top lainnya sudah pasti jadi sasaran empuk.

Di dunia politik, sasaran kaum ‘nyinyirs’ tentu saja tokoh politik dan pejabat. Kebijakan yang dibuat, semua salah di mata kelompok bukan pendukungnya. Contoh, Kali Item di depan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Barat, yang selama bertahun-tahun baunya minta ampun.

Ketika Gubernur Anies bikin kebijakan memasang waring (penutup) supaya bau tidak mengganggu atlet Asian Games yang menginap di wisma, komentar nyinyir pun bermunculan. Bukan kritisi dan solusi yang dilontarkan. Saat JPO Bundaran HI yang mengganggu estetika dan menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang dibongkar, juga dinyinyiri. Bahkan pejabat juga ikut nyinyir.

Ketika Pelican Cross sebagai pengganti JPO dibuat, nyinyires berkata ‘jadi panas nih jalan, biasanya ada atap’. Tapi tidak sedikit yang malah gembira, yaitu warga yang nggak kuat naik tangga penyeberangan dan kaum disabilitas. Pohon plastik kerlap-kerlip yang tadinya dipasang untuk mempercantik Jl. Thamrin, juga dicibir netizen yang tidak tahu hiasan itu ternyata dibeli di era gubernur sebelumnya.

Presiden Jokowi juga kerap jadi sasaran nyinyir. Kartu Ajaib yang diluncurkan presiden, dibanding-bandingkan dengan kantung ajaib Doraemon. Pendek kata, nyinyir kini sudah dianggap biasa. Telinga pejabat pun sudah biasa ‘pengung’ gara-gara dinyinyiri.

Nyinyir dan sinis mengandung kebencian, mengkritik tanpa solusi. Kritis, kedudukannya lebih tehormat. Karena mengoreksi berdasarkan dalil dan tujuannya membangun. Pilih nyinyir atau kritis?

Jeng Adri.