Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 05 December 2019

Pedagang Hewan Kurban Ngaku Dimintai Sapi oleh Oknum Petugas Kecamatan Matraman

Kamis, 1 Agustus 2019 — 20:33 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Seorang pedagang hewan kurban mengaku di mintai satu ekor sapi oknum pegawai Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2019). Mahar itu diminta sebagai izin agar bisa berjualan di Jalan Ahmad Yani, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.

Adin (46), pedagang hewan kurban, mengaku dimintai seekor sapi oleh oknum petugas kecamatan. Padahal lahan yang ia gunakan sejak 26 tahun lalu merupakan milik PT Kalamar Induk Plywood yang sudah memberikan izin.

“Kalau sama yang punya lahan saya sudah izin, diperbolehkan, gratis lagi,” katanya, Kamis (1/8/2019).

Diceritakan Adin, peristiwa itu terjadi pada 22 Juli lalu ketika petugas dari kecamatan datang ke lokasi yang biasa ia gunakan untuk berjualan. Seorang dokter dan petugas satpol PP yang kala itu menghampirinya. “Dokter sama wakil manpol yang datang. Mereka bilang kalau mau dagang syaratnya ngasih satu ekor sapi, arahan Pak Camat katanya mereka,” ungkapnya.

Atas hal itu, Adin mengaku keberatan dengan syarat yang disampaikan dua orang oknum tersebut. Negosiasi dilakukan agar Adin tetap mengeluarkan biaya untuk bisa berjualan di tempat tersebut. “Estimasinya kalau satu sapi Rp20 juta, mereka nego jadi Rp10 juta, saya masih berat. Turun lagi jadi Rp7,5 juta. Saya tetap enggak mau. Biasanya juga enggak sampai seperti ini. Kalau satu kambing saya masih oke lah,” tutur Adin.

Atas kejadian itu, Adin kemudian mengadukan ke Walikota Jakarta Timur. Ia langsung menuju ke rumah dinas untuk menemui Wali Kota, M Anwar yang kala itu tak berada di tempat. “Karena nggak ada ditempat, saya pun titip surat ke satpamnya. Sampai sekarang belum ada tanggapan. Padahal di surat itu saya cantumkan nomor handphone saya,” ucapnya. (ifand/yp)