Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 05 December 2019

Pengamat:

Jika Tak Ingin Senasib Demokrat, PDIP Harus Cari Pengganti Jokowi

Sabtu, 3 Agustus 2019 — 20:30 WIB
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi. (ikbal)

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi. (ikbal)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo disebut menjadi pendulang suara Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) pada Pemilu 2019 kemarin. Pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi mengatakan PDIP harus segera menemukan sosok pengganti Jokowi jika ingin kembali menang untuk ketiga kalinya secara beruntun (hattrick) pada Pemilu 2024.

Sesuia undang-undang Jokowi tidak lagi bisa bertarung di Pilpres karena sudah dua kali menjabat. Di sisi lain Burhanuddin menilai pemilih pada 2024 masih melihat berdasarkan personalisasi politik dibanding didasarkan pada partai politik.

“Meskipun Mas Hasto (Kristiyanto) mengatakan bahwa PDIP  coba dibangun atas dasar kelembagaan di atas  ketokohan pribadi, tapi pemilu kita didesain untuk mencetak satu perilaku pemilih yang cenderung kuat didasarkan personalisasi politik, ketokohan, ketimbang instutusional partai,” ujarnya pada diskusi politik di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia ini mengingatkan PDIP kepada kemunduran Partai Demokrat usai tokoh sentralnya, Susilo Bambang Yudhoyono tidak lagi bisa mengikuti Pilpres. Dia menyebut pada 2014 suara Demokrat turun hingga 50 persen dibandingkan pada 2009 karena gagal menyiapkan ikon partai.

“Ketika Pak jokowi tidak bisa maju lagi 2024, skenario buruk seperti dialami demokrat 2014 bisa menjadi terulang. Salah satu sebab karna sby sebagai icon tidak bisa maju sebagai capres. Saat yang sama demokrat tidak punya tokoh yg kuat di 2014,” jelasnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin menilai Jokowi membawa efek elektoral bagi PDIP. Bahkan dia menyebut eektabilitas Jokowi selam ini lebih tinggi dibanding partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

“Pak jokowi approval rating maupun elektabilitasnya, selalu lebih besar dari PDIP, artinya tidak seluruh pemilih Jokowi memilih PDIP,” tandasnya. (ikbal/win)

 

Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi (ketiga dari kanan) saat diskusi politik di DPP PDIP. (ikbal)