JAKARTA – Timnas Indonesia belum terbendung di ajang Piala AFF U-18 2019 setelah mempermak Timor Leste 4-0 dalam lanjutan fase Grup A di Go Dau Stadium, Hanoi, Vietnam, Kamis (8/8). Demi menjaga fokus para pemain untuk laga-laga selanjutnya, ia pun meminta Rizky Ridho dan kolega untuk tidak jumawa.
Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi calon lawan yang terbilang berada satu level di bawah Timor Leste. Tim berjuluk Garuda Nusantara itu bakal bentrok dengan Brunei Darussalam pada Sabtu (10/8), 18:30 WIB dan Laos pada Senin (12/8), 15:30 WIB.
Kedua laga tersebut tentunya menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan rotasi, seraya memulihkan para pemain dalam skuat utama. Hal itu sangat penting bagi pasukan Fakhri sebelum bertemu Myanmar pada laga terakhir fase grup, 14 Agustus 2019.
Maklum, sejauh ini hanya Myanmar yang bersaing ketat dengan Indonesia di Grup A setelah menempati urutan kedua dengan enam angka, usai mengalahkan Filipina 4-1, Kamis (8/8) malam. Myanmar hanya kalah produktivitas gol dari Indonesia, sebagai pimpinan Grup A.
Namun Rizky memastikan ia dan rekan-rekannya ogah memilah lawan. Menurutya, ia dan rekan setimnya akan selalu menghormati calon lawan yang akan mereka hadapi. “Siapapun lawan kami, saya dan teman-teman tetap menaruh respek terhadap calon lawan,” ungkap pemain junior Persebaya Surabaya tersebut.
Belum Terbendung
Indonesia sendiri belum terbendung di posisi teratas Grup A usai menggilas Timor Leste 4-0, Kamis (8/8/2019). Empat gol penentu kemenangan pasukan Fakhri dicetak David Maulana (9″), Salman Alfarid (42″), Beckham Putra (45″), dan Sutan Zico (79″).
“Syukur Alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan. Ini poin tiga kedua bagi kami. Itu diraih juga tidak mudah. Penuh perjuangan diatas lapangan,” sambut Fakhri.
Mengenai keributan yang terjadi di penghujung laga yang berujung pada kartu merah pemain Timor Leste, Salvador Da Silva, Fakhri ogah berkomentar. Menurutnya, dengan tidak terpancingnya para pemain dalam keributan tersebut, menunjukkan jika anak-anak asuhnya sudah cukup dewasa.
“Saya menilai anak-anak sudah cukup dewasa. Apalagi saat mendapatkan tekanan dan provokasi dari pihak lawan. Kehadiran saya di lapangan hanya untuk melerai mereka, karena saya melihat, wasit tidak bisa sepenuhnya melindungi pemain. Saya hadir sebagai orang tua mereka,” tuntasnya. (jun)












