JAKARTA – Ada yang berbeda pada pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal pada 11 Agustus 2019.
Untuk pertama kalinya pengelola masjid akan menghadirkan penerjemah bahsa isyarat dalam khutbah di Masjid Istiqlal.
Kepala bagian Humas dan Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan hal ini pertama kalinya dilakukan oleh Masjid Istiqlal.
“Yang patut dicatat, untuk pertama kalinya khotbah shalat Ied di Masjid Istiqlal diterjemahkan dalam bahasa isyarat,” ujarnya kepada poskotanews.org, Kamis (8/8/2019).
Kebijakan tersebut diakui Abu Hurairah sebagai komitmen Masjid Istiqlal untuk memberikan fasilitas yang sama bagi penyandang disabilitas. Menurutnya selama ini penderita tuna rungu tidak mendapatkan fasilitas saat mendengarkan khutbah khususnya di Masjid Istiqlal.
“Mereka kan seperti kita. Cuma kan mereka tidak tahu kalau tidak ada penerjemahnya. Mereka kan juga wajib dilayani,” imbuhnya.
Dia berharap agar kebijakan yang telah dirumuskan bersama Kementerian Agama dan komunitas penyandang disabilitas tersebut akan diikuti oleh masjid lain di Indonesia.
“Mudah-mudahan ini menjadi percontohan bagi masjid yang lain, paling tidak masjid di provinsi juga sudah ikut lah. Ini dimulai tahun ini. Mudah- mudahan tiap pengajian bulanan, khutbah salat Jumat itu diterjemahkan ke dalam nahasa isyarat. Ada penerjemahnya,” tandas dia.
Lebih lanjut pegelola Masjid Istiqlal juga menyiapkan akses dan ruang khsusus bagi kaum disabilitas. Abu Hurairah mengimbau bagi penyandang disabilitas tidak ragu melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal.
“Dihimbau kepada kaum muslimin Jabodetabek yang mempunyai teman atau keluarga atau anak penyandang difabel dan disabilitas, silakan ke Istiqlal. Difasilitasi, ada tempatnya khusus,” pungkas dia.
Pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal akan dipimpin Imam Rawatib Masjid Istiqlal, H. Ahmad Husni Ismail,M.Ag. sementara itu khutbah salat Idul Adha akan disampaikan Ustad Yusuf Mansur. (ikbal/tri)












