Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 05 December 2019

Membangun Kebersamaan

Kamis, 22 Agustus 2019 — 6:49 WIB

Oleh Harmoko

SUDAH menjadi fitrah manusia untuk hidup berkelompok, bermasyarakat atau hidup dalam kebersamaan. Sehebat apa pun kemampuannya, setinggi apa pun ilmu, pangkat, jabatan dan kedudukan, seluas apa pun hartanya, sebagai manusia akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Itulah fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang sejak kelahirannya sudah dalam satuan yang terkecil, yakni keluarga. Kemudian tumbuh berkembang dalam kelompok masyarakat, lebih luas lagi bangsa dan negara.

Maknanya hidup bermasyarakat – hidup dalam kebersamaan adalah  sebuah kebutuhan. Ini sejatinya modal utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang jika dikemas sedemikian rupa menjadi sebuah kekuatan besar mengisi kemerdekaan, demi mewujudkan cita – cita negeri kita.

Hanya saja realita tak dapat dipungkiri, kebersamaam pada masa perjuangan tentu sangatlah jauh berbeda dengan era sekarang. Begitu pun ketika kita dihadapkan kepada upaya membangun kebersamaan yang di dalamnya terdapat  keberagaman. Beragam dalam tradisi,budaya, etnis dan agama. Sebagai bangsa yang majemuk dan multikultural, kadang dihadapkan pada realitas yang cukup rumit.

Bung Karno sendiri sejak awal kemerdekaan telah berpesan kepada pemuda, generasi penerus bangsa lewat pernyataannya “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri

Saat itu, boleh jadi kita bertanya – tanya bagaimana mengusir penjajah lebih mudah, ketimbang melawan bangsa sendiri? Tetapi pesan itu belakangan dapat kita cerna, apa makna yang terkandung di dalamnya.

Melawan bangsa sendiri bukan berarti berperang secara fisik sebagaimana mengusir penjajah.
Kalau pun dikatakan berperang adalah perang melawan ego pribadi dan intoleransi. Satu sikap yang jauh dari nilai – nilai dasar manusia sebagai makhluk sosial.

Era kini, kita menyaksikan keberagaman masih menjadi embrio pemicu terjadinya konflik, permusuhan dan kebencian satu sama lain. Meski konflik tersebut tidak semata berlatar belakang perbedaan, tetapi dapat menghambat terciptanya kebersamaan.

Membangun kebersamaan di atas keberagamam memang memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang. Tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu kesabaran dan kesadaran bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Perlu ketulusan untuk melibatkan diri dan menjadi bagian dari orang lain, bagian dari masyarakat.

Jika sudah melebur dalam keluarga besar yang disebut bangsa, hendaknya disertai dengan menanggalkan ego pribadi dan kelompok. Kedua ego tadi  ikut melebur ke dalam ego yang lebih besar lagi, yakni ego (kepentingan) nasional.

Kita tentu berkehendak hidup bersama bukan sebatas bersama dalam artian fisik, tetapi ada kebersamaan. Ini dibutuhkan sikap toleransi, saling peduli, saling berbagi sebagaimana sebuah keluarga.

Menahan diri untuk tidak terprovokasi. Singkirkan prasangka buruk dengan mencari- cari kesalahan orang lain. Tak ada lagi kepentingan pribadi dan kelompok karena  semuanya sudah terakomodir dan melebur menjadi kepentingan bersama.

Harapan ini bukan mimpi, tetapi obsesi yang diyakini dapat terealisasi, jika negara melalui aparat dan pejabatnya di semua tingkatan, baik di pusat dan daerah tampil memberi teladan melalui upaya konkret menyatukan keberagaman.

Untuk membangun kebersamaan, perlu mewujudkan kesetaraan bagi seluruh rakyat.
Kesetaraan  memperoleh keadilan, kesetaraan memperoleh pembangunan dan kesetaraan menikmati pemerataan pembangunan.

Kuncinya membangun kebersamaan adalah mewujudkan kesetaraan.
Secara etimologi, kesetaraan berarti sejajar – sepadan – seimbang – sama tingkatannya ( kedudukannya).

Dalam konteks kebersamaan,  kesetaraan adalah memiliki status yang sama, hak yang sama di bawah hukum, kesempatan yang sama dalam mengakses hasil pembangunan.

Selama masih ada ketimpangan, selagi belum ada kesetaraan, maka upaya membangun kebersamaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan akan terus menghadapi problema.

Itu tanggung jawab negara mewujudkannya melalui aparatur pemerintahannya sebagaimana amanat UUD 1945 yang mengajarkan kesetaraan, kemajemukan, dan kebersamaan.

Bagi kita sebagai anggota keluarga besar bangsa, sebagai warga negara dituntut kepedulian dari masing-masing pribadi dalam membangun kebersamaan. Sekecil apa pun peran kita sebagai anggota masyarakat akan menjadi sumbangsih bagi bangsa dan negara menggapai cita- cita.

Mari kita bangun kebersamaan dengan menyingkirkan problema dari hadapan kita. Membangun kebersamaan bukan sebatas kata, tapi juga perlu aksi nyata.

Ada ungkapan “Bersama-sama adalah sebuah awal, menjaga kebersamaan adalah sebuah perkembangan dan bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan.”

Mari nikmati semua kebersamaan, sebelum semuanya hanya tinggal kenangan. (*).