Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 12 December 2019

Revisi UU KPK, DPR: Kalau Terlalu Kuat Berbahaya

Sabtu, 7 September 2019 — 11:51 WIB
Nasi Djamil (kiri). (ikbal)

Nasi Djamil (kiri). (ikbal)

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengatakan tidak boleh ada lembaga yang terlalu kuat, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Nasir menilai jika terlalu kuat tanpa ada instrumen yang mengawasi, sebuah lembaga akan sulit dikontrol.

Hal ini disampaikan menanggapi reaksi publik atas revisi UU KPK. Menurutnya  revisi UU KPK merupakan sebuah evaluasi terhadap lembaga antirasuah itu.

“Kalau terlalu luat tak ada instrumen untuk mengawasi, jadi sewenang-wenang. Kita evaluasi jangan sampai KPK tak bisa dikontrol. Tak bisa juga KPK bilang kami kontrol diri sendiri,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019).

Terkait reaksi publik yang menganggap revisi UU KPK sebagai upaya pelemahan, Nasir berharap agar publik berpikir lebih jernih. Dia juga meminta agar revisi UU KPK tidak didramatisasi.

“Memang sebaiknya anak bangsa berpikir jernih. Seolah r inigin lemahkan KPK. Sementara orang luar, ‘mari kuatkan KPK’.  Sehingga kita tak ekstrim kanan atau kiri. Tak mau lemahkan atau menguatkan. Karena kalau terlalu kuat berbahaya. Mohon jangan didramatisir seolah DPR mau melemahkan,” tandas politisi PKS ini. (ikbal/mb)