Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 12 December 2019

Santri Asal Banjarmasin Menjemput Ibunya, Tewas Ditusuk Pemuda Bertato di Cirebon

Sabtu, 7 September 2019 — 22:09 WIB
Jenazah Sasntrio Moh Rosian dishalatkan para ustadz dan santri Ponpes Husnul Khotimah, Kuningan. (ist)

Jenazah Sasntrio Moh Rosian dishalatkan para ustadz dan santri Ponpes Husnul Khotimah, Kuningan. (ist)

CIREBON – Salah satu orang tua santri akan mengikuti acara di Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah, di daerah Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat.  Dia mendapati berita menyedihkan, karena ada salah satu santri meninggal karena ditusuk orang tak dikenal.

Cerita itu, dikirimkan via media WA (WhatsApp). “Besok ada pertemuan wali santri, ibunya mau ikut pertemuan, anaknya jemput ke Cirebon.  Eh takdir berkata lain,” tulisnya kepada redaksi, Jumat (6/9/2019).

Ya, itulah kejadian yang menyedihkan, santri asal Banjarmasin itu tak sempat bisa bertemu ibunya yang hendak datang. Santri yang bernama  Moh Rozien itu, menjemput ke Cirebon, dan kemudian menemui musibah tersebut, ia ditusuk orang tak dikenal.

Menurut keterangan Polres Cirebon, jenazah kemudian diurus orang tua dan pihak pesantren, dan disalatkan di sana. Ya, harapan bertemu sang bunda yang hendak menjenguknya tak kesampaian, seorang santri di Cirebon justru tewas ditikam lelaki bertato yang tak dikenalnya. Peristiwa itu terjadi saat santri tersebut tengah menunggu ibunya di sisi Jalan Cipto Kota Cirebon pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Santri naas bernama Moh. Rozien pemuda asal Banjarmasin Kalimantan Selatan tengah, saat ini memang tengah menimbah ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah di daerah Jalaksana Kuningan Jawa Barat.

Pada malam kejadian, korban bersama teman sesama santri sedang berada di Kota Cirebon. Selain karena ada keperluan, korban juga malam itu sekaligus ingin bertemu dengan ibunya yang dalam perjalanan. Ibu korban sengaja datang dari Banjarmasin karena akan menghadiri kegiatan di ponpes tersebut.

Disaat tengah menunggu itu, datang dua orang yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor. Kedua orang itu lalu menghampiri korban dan temannya.

Kepada korban, salah satu orang yang tak dikenalnya itu lalu bicara kepada korban dengan melontarkan pertanyaan yang menuduh jika korban adalah orang yang telah memukul temannya. Tapi korban mengelak karena merasa tidak pernah memukul teman orang itu.

Tanpa banyak bicara, pelaku dengan penuh tatto di bagian leher dan badan lainnya itu langsung megeluarkan senjata tajam dan menghunuskannya ke dada sebelah kanan korban. Korban pun akhirnya tersungkur di bersimbah darah. Melihat korban sudah tak berdaya, kedua pelaki kemudian melarikan diri.

Korban selanjutnya dilarikannke Runah Sakit Gunungjati Kota Cirebon, tapi sayang nyawanya sudah tak tertolong lagi. Pelaku penusukan santri tersebut kini ditangani Polres Cirebon Kota. “Masih dilakukan penyelidikan,” kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy melalui Kapolsek Utara Barat Kompol Ali Mashar. (darman/win)