JAKARTA – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib perekonomian Nasional, dalam menghadapi perubahan dan ketidakpastian ekonomi dunia yang tengah terjadi.
“Kemendag akan mengkaji lebih dalam masalah dan tantangan yang dihadapi saat ini, seiring tantangan & ketidakpastian ekonomi global yang memerlukan strategi perdagangan matang untuk mempertahankan lingkungan perdagangan yang kondusif,” ujarnya, didampingi Karohumas Fajarini Puntodewi, Senin (9/9/2019).
Karena itulah, ia mengapresiasi kegiatan konferensi internasional perdagangan (ICOT) ke-3 terkait strategi ekspor nasional di tengah lingkungan perubahan perdagangan internasional. Alasannya, perdagangan global tengah menghadapi peningkatan anti-global dimana banyak negara mengadopsi langkah-langkah pembatasan impor. Kedua, melemahnya sistem multilateral dimana perdagangan di dunia yang akan tumbuh hanya perdagangan bilateral dan regional.
Sementara Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kemendag, Kasan, menyebut forum ilmiah ICOT 2019 bisa memberikan peluang berharga bagi akademisi, pelaku bisnis, dan pembuat keputusan untuk berbagi pengalaman.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat merumuskan rekomendasi kebijakan untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih baik,” tutup Kasan.
Alasannya, kegiatan ini dihadiri narasumber yaitu Kepala Peneliti Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Fukunari Kimura, Kepala Pusat Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo, serta Peneliti Senior Australia Christopher Findlay. (rinaldi/mb)












