Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 12 December 2019

KPK Tetapkan Bekas Bos Petral Bambang Irianto Tersangka Mafia Migas

Selasa, 10 September 2019 — 16:16 WIB
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief. (dok)

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief. (dok)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Bambang Irianto sebagai tersangka. Bambang diduga menerima suap terkait upaya pengaturan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku anak usaha PT Pertamina (Persero).

“KPK menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni, BTO (Bambang Irianto),” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, dalam konferensi Pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

PES merupakan anak usaha Pertamina, sama seperti Petral yang telah dibubarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Mei 2015.

Laode menjelaskan, pada periode 2009-2012, perwakilan Kernel Oil beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan PES/Pertamina (Persero).

Tersangka Bambang yang juga VP Marketing PES, kata Laode, diduga mengarahkan perusahaan tertentu untuk memenangkan tender pengadaan atau penjualan minyak tanah atau produk kilang. “Dan sebagai imbalannya diduga BTO menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri,” ujarnya.

“Bahwa pada periode tahun 2010-2013, tersangka BTO melalui rekening perusahaan SIAM diduga telah menerima uang sekurang-kurangnya2,9 juta dolar AS atas bantuan yang diberikannya kepada pihak Kernel Oil terkait dengan kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/PT Pertamina (Persero) di Singapura dan pengiriman kargo,” imbuh Laode.

KPK menduga praktik mafia migas sebetulnya dilakukan PES. Sedangkan Petral diposisikan sebagai ‘paper company‘.

Atas dugaan tersebut, Bambang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ys)