Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 05 December 2019

Dukung Revisi UU, Mapan Beri KPK Kartu Merah, Peluit, dan Jamu

Kamis, 12 September 2019 — 19:48 WIB
Massa berdemonstrasi mendukung revisi UU KPK, di depan Gedung KPK. (ist)

Massa berdemonstrasi mendukung revisi UU KPK, di depan Gedung KPK. (ist)

JAKARTA – Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat kembali menggelar aksi damai mendukung revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Kali ini aksi digelar oleh kelompok massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil, Pejuang AntiKorupsi dan Manusia Pancasila AntiKorupsi (Mapan).

Aksi digelar di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). Dalam aksinya, massa melakukan teatrikal dengan memberikan kartu merah, peluit dan jamu kepada KPK sebagai simbol agar KPK tidak antikritik dan bersedia diawasi oleh lembaga pengawasan.

Selain itu, massa juga membagi-bagikan bunga kepada masyarakat dan membawa sejumlah alat peraga seperti spanduk, poster dan karangan bunga bertuliskan “KPK Bukan Malaikat”.

“Kedatangan elemen masyarakat di sini adalah dalam rangka memberikan dukungan DPR soal revisi UU KPK dan juga meminta kepada KPK agar tidak antikritik, alergi untuk diawasi,” kata Koordinator aksi, Ahmad.

Menurut dia, kritikan terhadap pemberantasan korupsi harus dilihat dalam rangka menyempurnakan kelemahan atau kekurangan di KPK. Menurutnya, Dewan Pengawas penting untuk memonitoring kerja KPK agar tidak liar dan dia mengapresiasi respon positif Wapres Jusuf Kalla yang memastikan pemerintah secara prinsip menyetujui adanya revisi UU KPK.

Bahkan, tambahnya, mantan Ketua Perumus Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) Romli Atmasasmita menilai revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK telah melalui pertimbangan filosofis, yuridis, sosiologis, dan alasan komparatif. Pertimbangan filosofisnya, perjalanan KPK selama 17 tahun telah menyimpang dari tujuan awal.

Yusril Ihza Mahendra juga, menurutnya, sependapat agar ada evaluasi, perbaikan dan penyempurnaan. Dia menganggap perlu ada Dewan Pengawas bagi KPK.

“Tidak ada lembaga yang tidak diawasi, itu adalah prinsip dalam tata kelola pemerintah. Dan jadi catatan penting dan perlu digaris bawahi bahwa KPK ada masalah, dan butuh perbaikan,” ujarnya.

“KPK sudah mulai overlap, OTT terus tapi tak mampu menyelamatkan duit rakyat, justru malah tekor. Lebih baik mencegah daripada mengobati, pencegahan harus dimaksimalkan,” imbuhnya. (ys/win)