Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Friday, 06 December 2019

Anak Buah Tak Ada yang Terpilih Jadi Pimpinan KPK, Ini Komentar Jaksa Agung

Sabtu, 14 September 2019 — 7:12 WIB
Jaksa Agung HM Prasetyo

Jaksa Agung HM Prasetyo

JAKARTA – Dari lima pimpinan KPK Jilid V telah dipilih oleh Komisi III, Kamis (12/9/2019) malam,  tidak adanya satupun yang perwakilan dari Jaksa Indonesia. Jaksa Agung justru malah menyebutkan,  penyidik KPK ada 90 orang dari kejaksaan.

Hal tersebut diungkapkan Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan di Kejagung, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Dirinya mengaku tak ambil pusing dan tak mempermasalahkan perihal tak ada jajarannya yang memimpin di lembaga antirasuah tersebut.

“Ya, ndak apa-apa, kami punya 90 jaksa lebih di situ (KPK). Mereka yang nanti bekerja di sana untuk kasus-kasus yang ditangani oleh KPK,” kata Prasetyo.

Dirinya membantah terpilihnya Johanis Tanak sebagai pimpinan KPK periode 2019-2023 itu lantaran terkait dengan adanya intervensi dari Jaksa Agung dalam kasus yang melibatkan kader Partai NasDem H Bandjela Paliudju.

Tak hanya itu, mantan politisi Nasdem tersebut juga menegaskan bahwa dirinyalah yang mengusulkan Johanis Tanak untuk mengikuti seleksi capim KPK.

“Ndak ada, konflik apa, yang mengatakan konflik kan kalian, ndak ada konflik. Saya usulkan Tanak untuk ikut seleksi capim KPK, konflik apa,” tandas Prasetyo.

Orang nomor satu di Kejagung ini menilai usulan revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kalau undang-undang buatan manusia, saya rasa setiap saat disesuaikan dengan kebutuhan, beda dengan kitab suci itu dari Allah datangnya. Tidak ada satu pun pihak yang dapat mengubah kitab suci,” kata Prasetyo.

Ia mengatakan dinamika masyarakat selalu berkembang, termasuk perasaan adil yang tumbuh di tengah masyarakat, sehingga hukum pun perlu diselaraskan dengan kebutuhan. Apalagi UU KPK sudah dilahirkan sejak 2002, tutur dia, sehingga setelah belasan tahun terdapat tuntutan baru yang perlu direspon. (Adji/win)