Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Friday, 06 December 2019

Warga Metland Cibitung Keluhkan Pengembang Tak Angkut Sampah Penghuni

Senin, 16 September 2019 — 19:16 WIB
Sampah yang dibiarkan menumpuk di lahan Metland Cibitung.(lina)

Sampah yang dibiarkan menumpuk di lahan Metland Cibitung.(lina)

BEKASI  – Warga perumahan Metland Cibitung Bekasi mengeluhkan  sikap pengembang tak memperhatikan pengelolaan sampah.  Pengembang tidak mengangkutnya yang berada disekitar pemukiman warga dan sekolah.

Warga yang tergabung dalam Forum RT RW dan Badan Pengelola Lingkungan (BPL) se-Metland Cibitung Bekasi meminta pengembang perumahan PT Fajar Putra Dinasti (Developer Metland Cibitung) menyediakan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah untuk para penghuni perumahan tersebut.

Kendati disediakan lahan yang berpindah-pindah, namun pengembang tidak mengangkutnya yang berada disekitar pemukiman warga dan sekolah.

surat metland

“Itu tentunya sangat menganggu aroma bau sampahnya, ditambah sampah-sampah dibiarkan gitu saja tidak diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata salah satu pengurus forum RW Metland Cibitung Bekasi, DM yang dirahasiakan, Senin (16/9/2019).

Metland Cibitung itu terdiri dari tiga RW yakni RW 20 Desa Telaga Murni, RW 22 Desa Telaga Murni dan RW 26 Desa Wanajaya.

Seluruh ketua RT, RW dan BPL se-Metland melakukan rapat koordonasi dan melakukan kesempatan untuk menyampaikan permintaan pembuatan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan melakukan pengelolaan sampah dengan baik.

“Pengelolaan sampah itu juga jadi tanggungjawab mereka, jangan hanya menyediakan lahan saja. Tapi ditumpuk gitu aja tanpa dibuang ke TPA. Harusnya, pengembang bekerjasama dengan vendor sebagai pihak ketiga untuk proses pengangkutan dan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kami sudah kirimkan surat itu ke pengembang, selain minta pengelolaan sampah dengan baik. Kami menyampaikan surat konfirmasi kepastian kapan akan dibangun TPS itu,” ungkap dia.

Selama ini, para pengurus lingkungan setempat melakukan pengangkutan sampah dari rumah-rumah warga, untuk dibuang ke lahan yang disediakan tersebut, namun tetap dibiarkan begitu saja terkadang pengembang cuman gali dan kubur sampah begitu saja. Hal ini sudah terjadi sejak tahun 2014 lalu.

Candra sebagai Badan Pengelolaan Lingkungan RW 26 Wanajaya mengatakan kebutuhan TPS sangat mendesak. Pasalnya, dalam upaya pemerintah meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tapi tidak tersedianya fasilitas untuk tempat pembuangan yang representatif.

Kemudian, ditambah telah ada peraturan desa dimana lokasi perumahan Metland yang berdiri di Desa Telagamurni dan Desa Wanajaya yaitu melarang membuang sampah sembarang dengan punisment berupa kurungan 3 bulan dan denda meteri.

“Itu tentu akan sangat menyulitkan kami membuang sampah. Maka dari itu kami minta kepastian kapan TPS itu dibangun, pengembang harus pikirkan kedepannya,” ungkap dia.

Selain persoalan TPS, kata Candra, persoalan lain yang menjadi keluhan warga yakni meminta pengembang kaji ulang soal ‘leveling drainase’ khususnya cluster-cluster lama yang dirasa sangat tidak sesuai sehingga air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya.

Ditambah dengan sistem biotank yang terapkan pengembang yang pembuangannya ke aliran drainase akan menjadi sumber penyakit karena terjadi endapan yang apabila dilakukan uji lab kemungkinan PH bisa diatas ambang batas.

“Poin-poin itu yang kami minta segera dilakukan penanganan dan jadi perhatian. Karena itu semua adalah sebagai bentuk kewajiban yang harus dipenuhi,” paparnya.

Tanggapan Pihak Metland

Sementara Pihak Metland Cibitung menjawab atas keluhan itu. Dalam keterangannya kepada Badan Pengelola Lingkungan (BPL), Andre Sutjipto Estate MCB Fajar Putra Dinasti (Developer Metland Cibitung) menjelaskan perihal pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), saat ini pihaknya tengah dalam proses perijinan IMB ke Dinas-dinas terkait, dan ditargetkan pembangunannya dapat terealisasikan tahun ini.

Selain proses perizinan IMB, pihaknya juga pernah bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bekasi untuk pembuangan sampah ke TPA. Ini akan dilakukan atau dijadwalkan kembali secara periodik untuk pembuangan sampah rumah tangga kawasan Metland Cibitung. (lina/win)