Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Friday, 06 December 2019

40 Tahun Berkarya, Dian Piesesha dan Cicilan Kulkas yang Belum Lunas

Minggu, 29 September 2019 — 20:19 WIB
Dian Piesesha.

Dian Piesesha.

JAKARTA – Di cafe Safari di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, para penggemar merayakan “40 tahun Dian Piesesha Berkarya”, Minggu (28/9/2019). Acaranya berlangsung meriah.

Diens Marantika, fans yang juga sahabat Dian Piesesha dari kota Cirebon, mengatakan penggemar datang dari berbagai kota di pulau Jawa. “Minggu pertama diumumkan tempat sudah fully book, ” katanya senang.

Selain makan siang, para penggemar menyanyikan Dian Piesesha yang populer. Rudy Mulyadi membawakan lagu “Bunga” lagu ciptaan Dian Pisesha dari album “Engkau Segalanya Bagiku” sendiri dalam iringan akustik.

Dian Piesesha kelahiran Bandung, 9 Maret 1961. Meluncurkan album perdananya “Katakanlah Sayang” (1979). Tapi populer lewat lagu “Bara Api senyummu” (1983) dan album “Aku Tak Ingin Sendiri” (1984) yang populer hingga kini.



“Acara ini sepenuhnya inisiatif fans Mbak Dian Piesesha. Kami hanya memfasilitasi, ” kata Bunda Winda Susanti, dari manajemen JK Records, label yang selama ini merekam lagu lagu Dian Piesesha.

Dian Piesesha

JK Records merekam banyak penyanyi cantik di awal 1980-an dan mendapat tempat di hati penggemar lagu pop Indonesia dan masih disukai hingga kini. Kaset masing masing penyanyinya terjual hingga jutaan keping.

“Bersama Tante Mer (riam Bellina) Tante Dian (Piesesha) lagunya tetap jalan dan dicari fansnya sampai sekarang, ” kata Leonard “Nyo” Kristianto, produser JK Record yang meneruskan bisnis yang dirintis ayahnya, Judi Kristianto.

“Kami pasarkan secara digital. Ada fisik juga, CD dan DVD tapi dikit,” kata Nyo.

Dian tampil di panggung disambut antusias. Kamera HP menunjukan ke wajahnya. “Jangan main HP, jangan moto-moto mulu, ya. Awas kalau nggak ikut nyanyi,” ancamnya disambut tawa.

Dian Piesesha mengawali acara dengan lagu “Cemara Cemara Cinta” dan “Kuncup Hati Layu Pasti ” yang diciptakannya di tahun 1983. Dian nyanyi dengan penuh penghayatan sampai menitikkan air mata.

“Saya nggak sedih, lho. Saya bahagia karena ketemu teman teman semua, ” katanya sambil mengusap air mata. “Tapi memang cicilan kulkas belum lunas, beras juga udah habis,” katanya berseloroh.

Di tengah acara Obbie Messakh muncul dan ikut membawakan lagu “Kisah Kasih di Sekolah” yang mempopulerkan namanya.

“Daei saya memanggilnya Emak. Dia mirip Emak saya, ” kata Obbie Mesakh berkomentar tentang Dian “Hidup Emak emak!” Teriaknya disambut koor penggemar yang hadir. –