Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Wednesday, 11 December 2019

Mengaku Dianiaya Polisi Saat Demo, 2 Mahasiswa Unkris Lapor ke Propam Polda Metro Jaya

Selasa, 15 Oktober 2019 — 12:13 WIB
Gedung Polda Metro Jaya.(dok)

Gedung Polda Metro Jaya.(dok)

JAKARTA – Sebanyak dua mahasiswa Universitas Krisnadwipayana menjadi korban penganiayaan oleh aparat kepolisian, saat aksi unjuk rasa di sekitar gedung DPR RI, Jakarta, pada 24 September 2019.

Peristiwa ini berawal ketika kedua korban, yakni Gusti Aji Pangestu dan Mohammad Yoverly, berusaha melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian. Saat itu, kedua korban berada di sekitar flyover Ladokgi, sedangkan rombongan mahasiswa Unkris telah berkumpul di Bendungan Hilir.

“Kejadiannya di sekitar JCC. Kita ke sana karena ada gas air mata. Kita terpencar dengan teman-teman, lalu kabur ke sana (JCC Senayan) supaya tidak terkena gas air mata,” ujar Gusti Aji kepada wartawan, Senin (14/10/2019).

Namun saat tengah melarikan diri, keduanya dipanggil oleh aparat kepolisian. Bahkan aparat kepolisian itu disebut-sebut mengancam akan menembak kaki kedua korban apabila tetap berlari.

“Kebetulan ada satu polisi yang melihat saya berdua. Dia ancam kalau saya lari, nanti saya mau ditembak kaki. Akhirnya saya turutin saja kata-kata dia,” sambungnya.

Saat menyerahkan diri, keduanya justru dianiaya oleh aparat kepolisian. Sehingga keduanya mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Akibatnya, Gusti Aji pun dirujuk ke Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat. Sedangkan Yoverly mendapatkan perawatan medis di Bidokkes Polda Metro Jaya.

“Kita disuruh jalan jongkok (di Polda Metro Jaya), dia (polisi) memanggil teman-temannya untuk menghajar kami. (Yang menganiaya) memakai seragam semua, memakai rompi, memakai tutup kepala,” terang Gusti.

Tetapi perihal identitas aparat kepolisian yang menganiaya mereka, Gusti Aji mengaku tak mengetahui identitasnya.

Akibat peristiwa penganiyaan itu, kedua korban pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu ke Propam Polda Metro Jaya. (firda/tri)