Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Saturday, 02 November 2019

786 Production Angkat Kisah Seniman Ho Eng Dji Lewat Film Bipok

Jumat, 1 November 2019 — 13:18 WIB
Sutradara Shaifuddin Bahrum (bertopi) pembesut film Ati Raja.(ist)

Sutradara Shaifuddin Bahrum (bertopi) pembesut film Ati Raja.(ist)

JAKARTA – Kembali film biopik diproduksi dengan latar belakang kearifan lokal. Kali ini daerah Makasar menjadi pilihan rumah produksi 786 Production membikin film bertajuk ‘Ati Raja’ yang diangkat dari kisah seorang seniman peranakan Tionghoa di Makasar, Ho Eng Dji.

HED adalah penyair dan musisi legendaris kota Makasar kelahiran Kassi Kebo tahun 1906, etnis peranakan Tionghoa yang wafat tahun 1960 di Makassar. Produser Ancu Amar menjelaskan, selama hidupnya, Ho Eng Djie termasuk seniman yang unik dan penuh liku.

“Lewat Lagu lagu karyanya, HED berusaha menyampaikan beragam pesan moral mulai dari masalah toleransi hingga soal cinta,” ungkap Ancu.

HED alias panggilannya bapa Tjoi, banyak belajar ilmu sastra Melayu dan Makassar. Dia menulis serta mempopulerkan syair-syair lewat nyanyian dan musik daerah. Rekaman musik daerah Sulawesi Selafan, bukan hanya Makassar, juga Bugis, Mandar, dan Selayar, sebanyak 3 album piringan hitam dalam kurun waktu 4 tahun. Bahkan sebelum pecah Perang Dunia Kedua (1945) rekaman lagu Ho Eng Dji berhasil terjual sampai 20 ribu keping sampai ke Malaya dan Singapura.

Salah satu lagu ciptaannya yang terkenal sampai sekarang adalah berjudul ‘Ati Raja’. Tapi sayang, lagu-lagu ciptaan Ho Eng Dji diberangus oleh pencabutan hak cipta dan menjadikannya NN (no name).

Dibesut oleh sutradara Shaifuddin Bahrum, film ‘Ati Raja’ diputar bersamaan HUT Kota Makasar pada 7 November nanti. “Harapan saya film Ati Raja ini bisa menembus festival-festival,” ungkap Shaifuddin.

Di dukung sederet artis lokal seperti Fajar Baharuddin, Jennifer Tungka, Stephani Vicky Andries, Chesya Tjoputra, Goenawan Monoharta, Yatti Lisal dan lainnya.(ali/mb)