Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Wednesday, 06 November 2019

Silaturahim dengan Komisi VIII, Mensos Ingin Perkuat Sinergi dengan Parlemen

Selasa, 5 November 2019 — 18:59 WIB
Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersama Ketua Komisi VIII Yandri Susanto saat silaturahmi dengan Komisi VII DPR RI. (ist)

Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersama Ketua Komisi VIII Yandri Susanto saat silaturahmi dengan Komisi VII DPR RI. (ist)

JAKARTA –  Menteri Sosial Juliari P. Batubara menggelar pertemuan dengan anggota Komisi VIII DPR RI. Kepada para wakil rakyat, Mensos berarap dapat melanjutkan kemitraan yang selama ini sudah berjalan antara kedua pihak.

“Mari kita lanjutkan hubungan yang konstruktif, saling memperkuat baik dalam posisi sebagai eksekutif maupun legislatif. Bila hubungan kerja kita baik maka diharapkan akan membuahkan hasil yang baik pula, khususnya bagi masyarakat,” kata Mensos, di hadapan para anggota Komisi VIII, di Jakarta, Senin (04/11/2019).

Dalam kesempatan ini, hadir mendampingi Mensos antara lain Sekretaris Jenderal Hartono Laras, Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin, Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, dan Inspektur Jenderal Dadang Iskandar.

Hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial Sonny W. Manalu, dan sejumlah pejabat Eselon II Kemensos.D

Sementara dari Komisi VIII hadir jajaran pimpinan yakni Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, para Wakil Ketua Komisi Ihsan Yunus, Tb. Ace Hasan Syadzily, Moekhlas Sidik, dan Marwan Dasopang. Serta sebanyak sekitar 34 anggota Komisi VIII.

Mensos juga berharap Komisi VIII dapat menyamakan pandangannya tentang arah kebijakan pembangunan kesejahteraan sosial ke depan. Sebagaimana sering disampaikan, Mensos kembali menekankan bahwa ia tidak ingin Kemensos identik dengan bagi-bagi bantuan.

“Sering saya sampaikan bahwa saya datang tidak untuk sekedar bagi-bagi bansos. Ke depan saya harapkan program Bansos anggarannya semakin sedikit. Maksudnya, bila bansos makin sedikit, artinya dampak bansos efektif terhadap peningkatan kesejahteraan KPM. Jadi semakin banyak penerima bantuan yang ‘naik kelas’,” kata Mensos.

Mensos juga menjelaskan, bahwa yang ia maksud anggaran bansos diperkecil bukan berarti anggaran keseluruhan untuk Kemensos dikurangi.

“Anggarannya tetap sama, namun kita alihkan ke pos-pos pemberdayaan sosial. Kan tidak mungkin kita terus-terusan memberikan anggaran lalu jumlah orang miskin tidak turun-turun. Ya arus bisa turun,” kata Mensos.

Tugas menurunkan angka kemiskinan, kata Mensos, tidak semata-mata menjadi tugas Kementerian Sosial. Perlu sinergi lebih luas dengan semua stakeholder, termasuk kerja sama antara pemerintah dan DPR. “Oleh karena itu, ke depan kita perlu memperkuat sinergi untuk memastikan dampaknya positif untuk rakyat,” kata Mensos.

Mensos mengajak DPR menyingkirkan perbedaan, dan menyatukan persamaan-persamaan. “Dengan cara itu, kita akan lebih baik dalam membangun bangsa. Kami juga mengharapkan dukungan dan masukan dari Komisi VIII,” katanya.

Ajakan Mensos untuk bekerja sama, disambut baik Ketua Komisi VIII Yandri Susanto. Ia sepakat, kerja besar untuk rakyat, membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk Kemensos dengan Komisi VIII. “Jadi kerja besar Pak Mensos untuk kaum dhuafa ini harus didukung. Kami siap mendukung program kerja Pak Mensos. Silakan disampaikan apa kerja besar Pak Menteri kepada kami,” kata Yandri.(tri)