Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 05 December 2019

Pembangunan Trotoar di Otista Dikeluhkan Warga, Bikin Macet 3 Kilometer

Rabu, 6 November 2019 — 23:28 WIB
Pembangunan trototar dan lubang utilitas yang menyisakan satu ruas jalan dan menjadi biang kemacetan.(ifand)

Pembangunan trototar dan lubang utilitas yang menyisakan satu ruas jalan dan menjadi biang kemacetan.(ifand)

JAKARTA  – Pembangunan trotoar dan lubang utilitas di sepanjang Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek pembangunan yang sudah mendekati Jalan Dewi Sartika, menimbulkan kemacetan yang luar biasa karena kendaraan mengurai hingga sepanjang 3 kilometer.

Akibat pembangunan itu, selain sempitnya jalan karena menyisakan satu lajur, suara klakson pun menambah kebisingan. Hal itu terjadi sejak beberapa hari belakangan, dari pagi hari hingga sore disaat warga pulang bekerja. Warga pun mulai resah dengan proyek pembangunan pemprov DKI yang dinilai merugikan.

Seperti yang disampaikan Sanusi, 37, pengendara yang mengaku sudah sangat kesal dengan kemacetan tersebut. Pasalnya, hampir setiap hari selama satu bulan ini, pembangunan trotoar dan lubang utilitas membuat kendaraan sulit melintas. “Ini naik motor saja kejebak macet bisa sampai 30 menit. Bagaimana kalau bawa mobil,” katanya, Rabu (6/11/2019).

Dikatakan Sanusi, kemacetan parah itu sudah dirasakan mulai dari lampu merah Jambul bila kendaraan akan menuju Senen. Dan di sore hari di jalur sebaliknya, macet parah terjadi hingga terminal Kampung Melayu. “Macetnya bukan main, ini saya rasa sudah nggak benar. Karena jalan sepanjang Otista Raya hanya tersisa satu lajur saja,” sambungnya.

Sanusi pun menilai, pelebaran trototar dan lubang utilitas yang dilakukan Pemprov DKI sangat merugikan. Pasalnya, jalan yang ada semakin dipersempit sehingga menyulitkan untuk beraktivitas padahal nantinya trototar juga dikuasai pedagang kaki-5. “Itu juga lubang ditengah jalan, bagaimana nanti kalau ada pemasangan kabel utilitas. Pasti macet lagi, kita lagi yang dirugikan,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho enggan memberikan komentar. Pesan singkat yang disampaikan melalui WhatsApp hanya dibaca tanpa memberikan keterangan sedikit pun.

Sebelumnya, Kasatpel Bina Marga Kecamatan Jatinegara, Cahyo Edi Wibowo mengatakan, saat ini memang terdapat sejumlah proyek pembangunan dikawasan tersebut. Salah satunya adalah pelebaran trotoar di ruas Jalan Otista yang digarap Dinas Bina Marga. “Yaitu pembangunan trotoar di Jalan Otista Jatinegara sampai sebelum fly over Kompor Cawang,” katanya.

Namun, sambung Cahyo, untuk proyek galian kabel ditangani oleh PT PLN dan memakan bahu jalan kurang lebih 2 meter. Proyek tersebut merupakan bagian dari program penataan kabel-kabel utilitas berdasarkan Ingub 126 tahun 2018 tentang penataan dan penerbitan utilitas. “Karena kedepannya, kabel-kabel utilitas akan berada di bawah tanah dan tak boleh lagi membentang bersama tiang-tiang di atas tanah,” terangnya. (Ifand/win)