INI kisah klise, kalau kemarau Panjang, kering kerontang. Tanah pada retak, hutan belantara terbakar, gosong. Itu bisa juga karena panas
cuaca yang tak bisa ditanggulangni oleh manusia. Dan manusia juga membantu musibah kebakaran tersebut.
Tapi, kemudian datanglah hujan besar, dan banjir. Itu juga kisah klise, biasa itu. Banjr, bisa karena curah hujan yang luar biasa
datang dari langit dan bumi nggak mampu menampung dengan baik.
Kenapa ya, ini juga faktor yang kliese saja. Pertama bisa jadi karena hutan dan tanah di bumi rusak. Ya rusak karena ulah oknum manusia. Rusak
karena alam, bumi sudah semakin tua? Manusia barangkali tugasnya, juga sebenarnya tugasnya juga kliselah.
Bikin saluran yang bagus,jangan diisi sampah,bersihkan, tertib teratur jaga kebersiahan. Bikin dranaise yang benar, jangan ngasal. Lalu
pelihara dengan baik, jangan buang sampah di situ. Stop pembangunan di lahan resapan. Resapan ya bangun untuk resapan, bangun situ, danau
atau empang, isi dengan ikan yang bisa menghasilkan secara ekonomi.
Sungai juga bisa dikelola dengan baik, bersihkan dan jaga kedalaman kebersiahan, manfaatkan secara ekonomi, buat memelihara ikan, buat
pemancingan, kenapa nggak? Buat jalan perahul, disewakan pada hari hari libur. Wah, pokoknya kali juga menjadi meriah karena banyak
dikunjungi orang. Paling tidak kalau ada yang mau macam-macam sama kali, orang juga segan. Oke?
Percaya deh, kalau sudah begitu. Kayaknya banjir juga nggak terlalu tuh, kering kerontang di musim panas, juga nggak tuh.
Mau bukti, silakan coba aja! (massoes)













