JAKARTA – Presiden Jokowi mendapat kesempatan berpidato di arena Konggres II Partai Nasdem, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).
Seperti halnya Surya Paloh, Jokowi pun seakan menjadikan kesempatan ini untuk mengkalirifikasi sindirannya kepada Surya Paloh, ihwal pelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Jokowi sempat menyindir itu ketika pidato di hadapan Rapat Plono Pimpinan Partai Golkar, beberapa hari lalu.
Pidato Jokowi sudah didahului oleh sambutan Surya Paloh yang malam ini mampu mencairkan suasana yang sebelumnya disebtu-sebut tokoh-tokoh itu sedang dalam ketegangan politik.
“Yang saya hormati, yang saya sayangi, Ketua Umum Partai Nasden Bapak Surya Paloh,” begitu potongan pemulaan sambutan Presiden Jokowi pada kesempatan itu.
Menurut Jokowi, apa yang tadi disampaikan Surya Paloh benar semua, tidak ada yang salah, yakni soal rangkulan dan soal hal tidak disalami Megawati, yang ternyata tidak sangaja.
“Apa yang disampaikan Bang Surya Paloh tasi,, bener semua. Nggak yang ada salah,” kata Jokowi disambut tepuk tangan audien.
Jokowi lantas mengucapkan selamat ultah ke-8 Partai Nasdem. Ia mengucapkan selamat kepada Surya Palon yang secara aklamasi dipilih lagi oleh Konggers jadi Ketum Nasdem.
“Dan disyukuri juga, penambahan terbanyak di Pemilu 2019 adalah di Partai Nastem, 23 kursi, ini Partai Nasdem. 4 juta lebih pemilih, dari 8 juta jadi 12 juta. Ini harus disyukuri,” katanya.
Jokowi juga menyampaikan terima kasih dan menyukuri bahwa Nasdem konsisten mendukung dirinya, baik di periode pertama maupun kedua.
Jokowi kemudian mngungkit soal urusan rangkul merangkul Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. “Urusan rangkulan, Bang Surya dan Pak Sohibul Iman, itu hanya soal kecemburuan,” ujar jokowi yang membuat tawa panjang hadirin.
“Masalah kecemhuraan, karena saya tidak pernah dirangkul seerat itu. Lebih erat beliau memeluk Pak Sohibul Iman,” kata Jokowi, lagi-lagi tawa panjang hadiri meledak.
“Rangkulan itu, apa yang salah, Itu bagus. Tapi sekali lagi itu kembali ke niatnya. Kalau niatnya untuk komitmen kenegaraan itu apa yang salah, apa yang keliru. Sangat bagus sekali apa yang dicontohkan bang Surya itu bagus sekali untuk NKRI,” ungkapnya.
“Apa yang salah, apa yang keliru kalau untuk komitmen persuadaraan, kesatuan NKRI?. Itu bagus sekali,” tanas Jokowi.
Dan biasa candaan sahat dekat seperti itu biasa. Jjangan ditanggapi kesana ke isini. Ada yang curiga, ada yang sinisme,. Apa yang salah?” umgkap Jokowi.
Jokowi juga mengungkap soal tidak disalaminya Aurya Paloh oleh Megawati
Betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati. Coba m beliau sebut, sahabat sejati saya, Ibu Mega yang saya sayangi. Jadi salah besar kalau kolaisi itu tidak solid, itu salah besar,” ujar Jokowi.
Soal Mega tidak menyalami Surya Paloh, hal ini juga dijelaskan Jokowi secara segar. Menurut Jokowi, hal itu tidak melewati, hanya kelewatan saja.
“Ibu Mega tidak melewati. Itu cuman kelewatan saja. Wong saya juga sering kalau slama kelewatan dua orang juga sering. Jangan dihubungkan ke situ. Negara ini membutuhkan ide-ide yang besar, gagasan-gagasan yang besar juga, jangan hanya mempermasalahkan hal-hal yang kecil saja, banyak hal yang kita mau bangun di Negara ini,” ungkapnya. (win)












