Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Tuesday, 12 November 2019

Kajari Depok: Kasus Dugaan Korupsi Mantan Walikota Tak Cukup Bukti

Senin, 11 November 2019 — 21:41 WIB
Kajari Depok Yudi Triadi didampingi Kasie Intel setempat Kosasih dan sejumlah pejabat Kejari Depok. (anton)

Kajari Depok Yudi Triadi didampingi Kasie Intel setempat Kosasih dan sejumlah pejabat Kejari Depok. (anton)

DEPOK – Kasus tindak pidana korupsi proyek pelebaran Jalan Raya Nangka, Cimanggis, yang diduga dilakukan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekda Harry Prihanto dinilai kejaksaan negeri (Kejari) Depok belum meyakinkan atau belum cukup bukti untuk dilanjutkan ke pengadilan negeri (PN) Depok.

“Hasil pemeriksaan berkas di tim Kejari Depok belum cukup bukti atau meyakinkan kasus itu dilanjutkan ke PN Depok sehingga penyidik dan pemeriksaan di Kejari Depok kengembalikan berkas ke Polres Depok hingga beberapa kali,” tegas Kajari Depok Yudi Triadi didampingi Kasie Intel setempat Kosasi dan Kasie Pidana Umum (Pidum) Depok yang baru Arief Syafriyanto, Senin (11/11/2019).

Kasus itu memang sempai sekarang masih berada di penyidik Polres Depok untuk diperbaiki lagi agar dapat lengkap diajukan ke PN Depok. Masih adanya berkas di polisi karena masih belum cukup bukti. Mereka berdua diduga melakukan tindak pidana sekitar Rp17 miliar untuk pelebaran Jalan Raya Nangka sepanjang 500 meter lebar 6 meter dari APBD tahun 2014/2015.

Bukan hanya tim penyidik dan pemeriksa di Kejari Depok saja yang menyatakan kasus mantan Wali Kota Nur Mahmudi dan mantan Sekda Harry Prihanto belum siap karena belum cukup bukti atau bukti tidak meyakinkan untuk ditindaklanjuti.

“Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) dengan tegas juga menyampaikan hal serupa dan hampir sama dengan hasil pemeriksaan dan penyidikan di Kajari Depok bahwa kasus tersebut belum cukup bukti atau belum meyakinkan untuk dilanjutkan ke PN Depok,” tuturnya/yp.

Ia mengatakan tetap berpegang aturan hukum sehingga semudah itu untuk melanjutkan kasus dugaan korupsi ke pengadilan. “Jika semua bukti belum lengkap, saya harap kasus ini jangan dipolitisir ke arah politik,” katanya. (anton/yp)