Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 28 November 2019

Saat Raker di Komisi III, KPK Merasa Tidak Dihargai DPR

Rabu, 27 November 2019 — 18:39 WIB
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat raker di DPR, Rabu (27/11/2019). (tim)

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat raker di DPR, Rabu (27/11/2019). (tim)

JAKARTA – Dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif secara terus terang mengungkapkan  bahwa selama ini lembaganya  (KPK) merasa tak dihargai oleh DPR. Alasannya, karena banyak rekomendasi KPK yang tidak dijalankan dan diabaikan oleh DPR.

“Saya terus terang, kadang merasa tidak dihargai oleh bapak-bapak. Dibilang KPK tidak pernah melakukan langkah pencegahan apa-apa. We do a lot. Nanti kami serahkan dokumennya,” ujar Laode M Syarif dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dii Gedung DPR Jakarta, Rabu,( 27/11-2019).

“KPK terus-menerus dianggap tidak melakukan upaya pencegahan, melainkan hanya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) untuk menindak kasus korupsi,” tambahnya.

Menurut Syarif,  berbagai upaya KPK telah dilakukan dalam pencegahan korupsi, termasuk di kementerian dan lembaga. Namun DPR sebagai lembaga pengawas juga kerap mengabaikan rekomendasi KPK.

Syarif mencontohkan, KPK sudah memberitahu DPR bahwa ada lebih dari 10 ribu izin tambang di Indonesia, dimana 60 persen dari izin tersebut ilegal.

“Ada yang dihukum? Tak satu pun. Bahkan, ESDM kan mereka punya PPNS itu, sampai hari ini tidak ada satu kasus pun yang diselidiki dan dilidik,” ujar Laode M Syarif.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan pernyataan Laode itu sebagai kritikan kepada DPR.“Kami anggap ini kritik lah. Kami komisi III ingin meminta masukan sebenarnya,” ujar Desmond lalu lanjut mencecar KPK terkait kasus-kasus yang belum terselesaikan hingga periode yang akan berakhir ini. (timyadi/win)