Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 05 December 2019

Kwalitas Pendidikan Menurun “Pendidikan Seks” Meningkat

Kamis, 5 Desember 2019 — 6:55 WIB
sentilan pendidikan

SEJAK merdeka, Indonesia sudah 11 ganti kurikulum pendidikan. Mentri PDK sampai Mendikbud datang pergi dengan konsep masing-masing, tapi hasilnya murid dan guru selalu menjadi kelinci percobaan kurikulum. Survey PISA 2018 menyebutkan, mutu pendidikan RI makin menurun. Di lapangan “pendidikan seks” via intenet meningkat.

Setiap ganti ganti kabinet, kalangan guru selalu dihantui pertanyan, “ada kurikulum apa lagi ini? Kita siap-siap saja jadi kelinci percobaaannya.”

Dan benar saja, guru dan murid harus menyesuaikan diri dengan konsep pendidikan Bapak Menteri yang baru. Mereka harus belajar lagi.

Maka tak mengherankan, sejak Indonesia merdeka sampai era reformasi sekarang, kita sudah berganti kurikulum 11 kali. Yang masih hangat dalam ingatan guru dan murid, adalah kurikulum oplosan ala Mendikbud Anies Baswedan, karena kurikulum 2006 dipaksa jalan bareng dengan kurikulum 2015. Bir oplosan saja bikin mabok, apa lagi kurikulum oplosan.

Sebetulnya kurikulum Pak Menteri dari jaman PDK sampai Mendikbud sekarang, kebanyakan masih konsep coba-coba. Mungkin begini pas, mungkin begitu yang pas. Tapi hasilnya produk pendidikan kita belum memuaskan, serapan di pasar kerja tidak maksimal. Maka tibalah pada “vonis” survey PISA (Program for International Student Assessment) bahwa mutu pendidikan di Indonesia makin jeblok.

Tapi di sisi lain, gara-gara pengaruh internet, mutu “pendidikan seks” semakin meningkat, sebab dari SD hingga SMA kebanyakan sudah paham soal seks gara-gara nonton video bokep di HP, termasuk juga lewat warnet.

Indikasinya, banyak terjadi perkosaan, pencabulan pada ABG dan yang masih di bawah umur. Berita bayi dibunuh gara-gara korban kecelakaan ranjang juga makin sering terjadi, termasuk pamer kemaluan di depan umum, serta teror lempar sperma.

Ini tantangan bagi Presiden Jokowi. Melalui Mendikbud Nadiem Makarim diusahakan anak muda jaman now jadi berkualitas, lulusannya siap pakai baik di perkantoran mupun industri. Mereka siap menciptakan kerja, bukan mencari kerja. Kasihan memang Pak Guru dan muridnya, setiap hari belajar dan mengajar, hasilnya begitu-begitu juga. (gunarso ts)