BOGOR – Gadis asal Pelabuhan Ratu, Sukabumi, tewas dalam kamar kontrakannya, di Gang Nusa, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Mayat ditemukan sudah mengeluarkan bau tak sedap, pada Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 17.00 WIB, temuan ini membuat geger warga Desa Karanggan Kecamatan Gunung Putri.
Warga yang datang ke lokasi kejadian mengenal jasad ini. Identitas yang ditemukan di TKP, korban diketahui bernama Siti Aisyah (27) warga Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
Kontrakan yang ditempati korban, menurut warga merupakan milik Agus Sirait, warga Gunung Putri. Dalam keterangannya kepada kepolisian Sektor Gunung Putri yang tiba dilokasi, Agus mengatakan, awalnya dia curiga karena mencium bau bangkai yang diduga berasal dari dalam kontrakan, yang ditempati korban.
Karena curiga dengan bau udara yang busuk serta tak ada jawaban saat dipanggil, Agus ahirnya membuka pintu kontrakan tersebut bersama warga lainnya secara paksa.
“Waktu kami masuk ke dalam kontrakan, ternyata sudah dalam keadaan meninggal. Aromanya sudah mulai membusuk, ” kata Agus, pengurus kontrakan kepada petugas.
Anggota Babhinkamtibmas Desa Karanggan, Aiptu Muhtar yang berada di lokasi membenarkan adanya penemuan mayat perempuan dalam kamar kontrakan.
“Awalnya ada warga yang curiga karena beberapa hari ini curiga dengan bau yang ditimbulkan. Setelah dilihat di rumah kontrakan korban sudah meninggal,” kata Aiptu Muhtar.
Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri, Iptu Didin Komarudin kepada wartawan mengatakan, korban seorang perempuan dengan identitas jelas.
Korban warga Sukabumi ini merupakan karyawan di salah satu perusahaan garmen di wilayah Cibinong. Hasil olah TKP dan kondisi mayat, petugas memperkirakan, korban sudah meninggal sekitar tiga atau empat hari yang lalu.
Melihat kondisi pintu yang terkunci dari dalam dan tidak ada kerusakan sejak awal, korban diduga tewas tersengat aliran listrik. “Karena dari penyelidikan kami, ditemukan adanya kabel listrik yang menempel di badan korban,” kata Iptu Didin Komarudin.
Namun. guna memastikan penyebab meninggalnya korban dan proses penyelidikan, jenasah dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta guna dilakukan otopsi.
“Kami sudah kirim jenasah ke RS Polri Jakarta untuk di otopsi. Lokasi kejadian kami beri garis polisi, guna penyeledikan,” ujar Iptu Didin. (yopi/win)










