JAKARTA – Marco Kusumawijaya mengungkapkan alasan dirinya keluar sebagai Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI Jakarta Bidang Pengelolaan Pesisir, sejak 1 Desember 2019.
“Tugas Komite Pesisir telah selesai, saya (Marco Kusumawijaya) non-aktif dari kegiatan di TGUPP untuk menuntaskan penulisan buku,” kata Marco melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/12/2019).
Marco menjelaskan, tugas pokok dirinya sebagai Komite Pesisir yaitu menyiapkan langkah-langkah penghentian reklamasi telah diselesaikan pada September 2018, dan menyusun rencana wajah baru kawasan pesisir Jakarta tanpa reklamasi telah diselesaikan pada November 2019.
“Dengan demikian seluruh tugas pokok Komite Pesisir untuk menyusun rencana kawasan pesisir Jakarta telah selesai, dan karena ada rencana menuntaskan penulisan buku, maka disepakati untuk saya non-aktif dari kegiatan di TGUPP per 1 Desember 2019,” ujar Marco.
Sementara program perbaikan kampung yang terletak di kawasan pesisir telah berlangsung di jalan yang benar sesuai yang dia percayai. Hal itu berkat kolaborasi berbagai pihak termasuk orang-orang di luar pemerintahan.
“Tentu saja ‘belum semua janji tertunaikan tuntas, tapi insyaallah sudah berlangsung di jalan dan menuju ke arah yang benar, dan akan tunai tuntas pada waktunya’ (mengutip Gubernur Anies Baswedan),” kata Marco.
(Baca: Anies Bicara Soal Mundurnya Marco Kusumawijaya dari TGUPP DKI)
Dia mengaku akan menyelesaikan penulisan buku yang sempat dihentikan karena memutuskan masuk ke dalam politik praktis untuk menghentikan penggusuran paksa dan mega proyek reklamasi teluk Utara Jakarta pada 2016.
“Buku yang sedang saya tulis tentang kota-kota di Indonesia dan hubungannya dengan alam sebenarnya telah dimulai 7 tahun lalu, tapi sempat tertunda selama lebih dari dua tahun sejak 2016 ketika saya dan beberapa kawan terpanggil untuk masuk ke dalam politik praktis,” tandas Marco.
TGUPP Bidang Pengelolaan Pesisir sendiri dibentuk pada Juni 2018. Marco ditunjuk menjadi ketua tim tersebut. Ia sebelumnya adalah tim pakar Anies dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pada masa Pilkada DKI Jakarta 2017.
Saat itu Marco menjadi anggota tim sinkronisasi menjelang Anies-Sandiaga dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah memenangi kontestasi Pilgub DKI 2017. (yendhi/ys)












