JAKARTA – Sebanyak 500 warga Jakarta akan mendapatkan bantuan warung Zmart dengan modal sebesar Rp20 juta di wilayahnya masing-masing. Bantuan usaha itu berasal dari Baznas Pusat dan Baznas (Bazis) DKI.
“Bantuan usaha ini berasal dari Baznas Pusat Rp10 juta dan Baznas DKI Rp10 juta,” kata Ketua Baznas DKI Dr. KH. Ahmad Lutfi Fathullah MA usai penandatanganan kerjasama dengan Baznas Pusat untuk pengadaan warung Zmart.
Hadir dalam acara tersebut, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Pusat Irfan Syauqi Beik, Wakil Ketua II Baznas Bazis, DKI, Ir Saat Suharto Amjad.
Ahmad Lutfi mengatakan bantuan ini untuk mustahik (penerima zakat) bagi warga DKI, dan itu ditunjukkan dengan KTP mereka sebagai warga DKI. “Kami selain menyediakan warungnya juga memberikan modal usaha sebesar Rp20 juta untuk mereka,” terang Lutfi.
Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Irfan Syauqi Beik mengatakan, pihaknya sepakat untuk bekerjasama dalam penentuan mustahik, pembiayaan program dan kegiatan pendampingan.
Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) Baznas akan melakukan pendampingan dan pelatihan sistem aplikasi Zmart yang dapat digunakan oleh para penerima manfaat. Sementara Baznas DKI DKI akan memberikan bantuan modal, perlengkapan dagang, renovasi dan branding warung senilai Rp5 miliar untuk 500 warung mustahik.
Ia menambahkan, Program Zmart diharapkan menjadi langkah awal untuk mengakomodir kebutuhan para pelaku usaha yang kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan usahanya lewat bantuan Baznas. (johara/win)












