Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 19 December 2019

Ngaku Tak Bersalah, Kivlan Zen Sebut Wiranto dan Polisi Merekayasa

Rabu, 18 Desember 2019 — 19:18 WIB
Mayjen (Purn) Kivlan Zen menjalani sidang perdananya (dok/firdha)

Mayjen (Purn) Kivlan Zen menjalani sidang perdananya (dok/firdha)

JAKARTA – Kivlan Zen, tokoh militer senior yang kini menjadi terdakwa kasus kepemilikan senjata ilegal dan peluru tajam, menjalani sidang memasuki tahap eksepsi (pembacaan pembelaan).

Menjelang sidang, Rabu (19/12/2019). Kivlan Zen menyatakan bahwa dia  tidak bersalah, menurutnya ada rekayasa terhadap dirinya.  Bahkan,  Kivlan menuding polisi dan eks Menko Polhukam Wiranto sengaja melakukan rekayasa dalam kasusnya.

“Pokoknya saya tidak bersalah, semua rekayasa polisi sama Wiranto. Wiranto bilang pertemuan saya dengan Wiranto ini, Wiranto dan polisi, polisi buat rekayasa pada pernyataan Iwan, Adnil dan semuanya, saya tidak terlibat dalam masalah senjata,”  ujar  Kivlan sebelum sidang eksepsi dimulai, di PN Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Rabu.

Akan halnya soal  pemberian uang kepada Iwan, salah satu terdakwa juga dari kasus ini, Kivlan mengaku bukan memberikan uang untuk pembelian senjata. Kivlan mengaku uang tersebut dimaksudnya untuk  Supersemar (surat perintah sebelas maret).

“Kalau saya memberi uang memang dalam rangka supersemar kepada Iwan. Tapi tidak untuk senjata, tapi dipaksakan karena politik,” kata  Kivlan yang suaranya lemah. (win)