Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 07 November 2019

DPRD DKI Sebut Pernah Temukan Anggaran Aneh Rp1,2 Triliun di Era Ahok

Kamis, 7 November 2019 — 6:46 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik (ikbal)

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik (ikbal)

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta menengarai tiap periode gubernur ditemukan kejanggalan anggaran. Seperti pada era Ahok pernah ditemukan Rp1,2 triliun.

“Dulu temuan ini juga ada. Dulu saya temukan selisih Rp1,2 triliun, tapi saya nggak buka ke publik. Itu biasa, toh dipastikan kita koreksi bersama,” kata M Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Taufik mengaku tidak mau berkoar-koar melalui media sosial atau menyampaikannya lewat media. Ia memilih jalur resmi dengan melaporkannya kepada pimpinan DPRD.

Hal tersebut disampaikan menanggapi munculnya anggaran yang dianggap janggal, padahal belum dibahas.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan saat itu juga memanggil dua pejabat Pemprov DKI yang bertanggung jawab, yakni Heru Budi Hartono dan Michael Rolandi sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah dan wakilnya.

Bagi Taufik, membuka masalah rencana anggaran ke publik bukan sesuatu yang istimewa. Memang hal itu boleh dilakukan, namun tidak perlu berlebihan.

“Sebenarnya nggak ada yang istimewa, cuma genitnya saja yang buat saya harus dikurangi dikit. Nggak apa genit, boleh, nggak ada masalah,” jelas Taufik.

Sebelumnya, lewat akun Twitter, anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana mengungkapkan berbagai anggaran fantastis dalam rapat KUA-PPAS. Mereka menemukan anggaran Rp82 miliar untuk pengadaan lem aibon dan pengadaan ballpoint sebesar Rp124 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.

Tak hanya itu, PSI juga menemukan anggaran untuk beberapa unit server dan storage seniali Rp66 miliar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik. (john/yp)