Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Thursday, 07 November 2019

Menkeu Temukan “Desa Hantu” Ikutan Menggerogoti Dana Desa

Kamis, 7 November 2019 — 7:54 WIB
desa hantu

BAGI rumah produksi “Dunia Lain”, tentunya informasi adanya “Desa Hantu” sangat menarik. Tapi ternyata, mereka malah mengesampingkan informasi dari Menkeu Sri Mulyani tersebut. Justru yang tertarik pihak Kejaksaan dan KPK, karena istilah “Desa Hantu” adalah manipulasi data Pak Kades, demi memperoleh Dana Desa lebih besar!

Menjelag berakhirnya pemerintahan SBY di Oktober 2014, pemerintah telah mengeluarkan bantuan “Dana Desa”, demi pemerataan pembangunan di pedesaan. Bila infrastruktur semakin lengkap, niscaya pertumbuhan ekonomi meningkat dan angka kemiskinan bisa dikurangi.

Tapi sebagaimana kekhawatiran DPR waktu hendak mengundangkan UU Dana Desa tersebut, dana desa yang berkisar Rp750 juta setiap desa itu berpotensi menjadi lahan korupsi baru. Karenanya perlu pengawasan. Sebab bisa saja tak ada nawaitu korupsi, tapi gara-gara Pak Kades tak becus pembukuaan, jadilah tersangka korupsi dan masuk penjara.

Namun faktanya, meski ada pengawasan dari tenaga pendamping di setiap desa, kurupsi “Dana Desa” benar-benar terjadi. Sebab banyak Kades yang sok pinter, tak mau dibimbing pembukuan oleh tenaga pendamping. Ketika pendamping mutung, banyak Kades yang akhirnya jadi urusan pengadilan.

Sejak digulirkan tahun 2015, Dana Desa yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 186 triliun, untuk 74.597 desa. Dengan besaran dana sekitar Rp 700 juta hingga Rp 900 juta, banyak Kades yang bermata ijo. Duit negara itu disalahgunakan, sehingga ada 181 Kades terjerat korupsi dengan kerugian sekitar Rp 40 miliar di tahun 2018 lalu.

Tahun 2019 ini pemerintah menggelontorkan Dana Desa sekitar Rp 70 triliun. Tapi yang mengagetkan, Menkeu Sri Mulyani menemukan data bahwa dari Dana Desa yang sudah digelontorkan, ditemukan fakta adanya “Desa Hantu”. Bukan banyaknya hantu di desa itu sebagaimana maunya produser “Dunia Lain”, melainkan banyak desa tanpa penghuni, tapi dimasukkan juga agar menerima anggaran lebih besar.

Kementrian Keuangan kini sedang bekerjasama dengan Kemendagri, untuk menelisik banyaknya “Desa Hantu” tersebut. Dengan cara itu bakal ditemukan “penampakan” Kades mana saja yang menyalahgunakan kebijakan pemerintah ini. (gunarso ts)