JAKARTA – Ketua Umum Nasdem berpidato singkat dalam penutupan Konggres II Partai Nasdem. Dalam kesempatan itu, Surya Palon seakan memanfaatkan momen penting ini untuk klarifikasi soal isu ketegangannya dengan Megawwati dan Presiden Jokowi.
Seluruh pidatonya seakan untuk mengklarifikasi ketegangan politi tersebut. Ia ingin membuat suasana menjadi cair, dan Surya Paloh bisa mencairkan suasana. Tepuk tangan panjang beberapa kali terdengar. Denan nada suara dan ekspresi semringah, Surya terliha bahagia, beberapa kali mengucapkan kata sayang kepada Jokowi, sayang kepada Megawati.
Suasana riuh ketika dia menyampaikan ucapan selamat datang dan penghormatan kepada Megawati, ia menyebut sebagai sahabat sejati, dan Presiden ke-5. Sebeumnya Surya menyapa Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin.
Suasana riuh ketika sampai kepada nama Megawati Sukarnoputri. “Yang saya hormati, yang saya banggakan, yang saya sayangi, siapa dia….?” Audien pun menjawab dengan suara yang terdengar menyebut nama Megawati.
Surya kembali menanyakan kepada pendukungnya, “Saya ingin denar, siapa diaaaaa? Dia adalah Mbak Megawati yang kita sayangi, sahabat sejati Nasdem” tepuk tangan panjang pun membahana.
Mendengan sambutan Surya Paloh seperti itu, Megawati pun tampak tersenyum dan menyapa tokoh di dekat nya.
Pada bagian menjelang akhir, Surya Paloh pun mengungkit ihwal dirinya tidak disalami di Gedung MPR waktu pelantikan Ketua DPR dan MPR. Surya lagi-lagi mampu mencairkan susana bahkan lebih riuh.
“Jangan ragukan lagi, kita sayang kepada Mbak Mega saya. Ini penting, sebab kalau Mbak Mega nggak sayang, bisa rusak negeri ini,” ujarnya lagi-lagi disambut tepuk tangan panjang pendukungnya dan hadirin.
Surya Palon lantas mengungkap kasus dia tidak disalami Mega di MPR. Menurutnya, ia sempat mengirim tim investigasi untuk menyelidiki kasus dia tidak disalami tersebut. “Saya kirim investigator, hasilnya ternyata itu nggak sengaja,” katanya. (yendhiwin)













