Cari situs poker terbaik di Indonesia? Nirwanapoker adalah jawabannya. Resmi sebagai penyedia platform IDNPoker, mereka menghadirkan sistem fair play, server cepat, dan pilihan permainan lengkap. Pendaftaran mudah, deposit fleksibel, serta promo rutin siap meningkatkan peluang Anda. Bergabung hari ini dan temukan pengalaman poker online yang aman, lancar, dan benar-benar profesional.

Akhirnya, ketersediaan data macau 4d/5d memungkinkan siapa pun untuk mengikuti live draw toto macau dan kemudian memeriksa hasilnya secara langsung melalui tabel data yang otomatis terisi setelah undian selesai. Penyediaan pengeluaran macau di situs ARIZONA88 memberi nilai tambah bagi pengguna yang menghargai update cepat dan transparan dari angka-angka yang diumumkan pada setiap periode undian pasaran togel ini.

Jika Anda ingin memulai permainan idnslot, ada situs terpercaya yang memberikan proses pendaftaran yang mudah dan cepat, bahkan untuk pemula sekalipun. Cukup klik tombol daftar di VIO88, isi data yang diminta, dan akun siap digunakan untuk menjelajahi banyak permainan slot qris. Dengan dukungan fitur keselamatan yang solid, pengalaman bermain Anda jadi lancar tanpa kendala.

Wednesday, 11 December 2019

AJI Kecam Dugaan Kekerasan Pada Wartawan Oleh Oknum Aparat

Rabu, 11 Desember 2019 — 11:25 WIB
Jurnalis berunjuk rasa menolak kekerasan terhadap pers. (dok/ikbal)

Jurnalis berunjuk rasa menolak kekerasan terhadap pers. (dok/ikbal)

JAKARTA – Lagi,  Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta  mengecam adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oknum anggota kepolisian terhadap seorang Jurnalis IDN Times.

Korban Helmi Shemi saat itu sedang  mengadakan  peliputan Hari Ham Internasional pada  Selasa (10/12/2019). Video atau gambar yang diminta oknum polisi itu adalah hasil rekamam wartawan saat adanya kericuhan di kawasan Hotel Sarinah Menteng saat terjadi bentrok pada malam hari.

Sementara ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta, Erick Tanjung menuturkan pada saat Helmi sedang mengambil gambar, tiba-tiba dihampiri seorang oknum polisi yang meminta untuk menghapus video hasil liputan Hari HAM Sedunia. Tapi, Helmi menolak nya.

“Tapi oknum itu merampas alat kerja jurnalis IDN Times Helmi Shemi, kemudian menghapus rekaman video hasil liputannya,” ujarnya Rabu (11/12)

Si wartawan saat itu melihat kerusuhan telah reda. Tapi dia melihat dua anggota polisi mengapit seseorang di atas sepeda motor. Orang itu tampak meminta maaf kepada polisi. Helmi pun merekam video kejadian itu dengan menggunakan ponselnya,” ujarnya lagi.

“Tiba-tiba okum polisi lainnya meneriaki Helmi dan merampas ponsel. Dia sempat ditanya dari media mana. Identitasnya sebagai jurnalis pun telah ditunjukkan. Tapi polisi tersebut tak peduli,” ungkapnya.(silaen/tri)